BLOGGER TEMPLATES AND Google Homepages »

Sabtu, 26 Desember 2009

"for someone who hurt me"


Hari ini hati ku hancur, hancur bagaikan debu, dan takkan terobati setelah seseornag yang ku sayang melakukan hal yang paling membuat ku sakit. Hati ku berkata tinggalkanlah dia, dan aku berp ikir bahwa cinta itu hanya bisa membuat ku tersakiti, dia terlalu sering membuatku tersakiti mulai dari kata-kata yang dia goreskan ke dalam hati ini sampai dengan tindakan yang terpandang oleh mata. Mulai saat ini aku akan berusaha untuk menghilangkan rasa cinta ku kepada dia agar hati ini terbebas dari rasa sakit yang terus menerus menggores hati ini dengan tanpa henti. Aku akan berusaha mengahapus semua kengan tentangnya tanpa dia ketahui karena aku tak ingin melukai hatinya lagi. biarkan hati ini dilukai asalkan tiadak harus melukai. Cinta ini tak pantas aku dapatkan, semoga ada orang yang bisa menghapus kesedihan ini, menggan tinya dengan tawa dan penuh kebahagiaan. Aku harus mencari jalan baru rasa ini sudah membuatku letih, aku menyerah, hati ini rapuh bagai teklur di ujung tanduk.


Dulu dia pernah membuat aku sakit bukan cuma 1 kali, akan tetapi aku berpikir bahwa luka itu hanya semen tara dan aku pikir dia telah menyadari apa perasaanku. TAPI semua itu terulang kembali pada saat ini sehingga dapat merubah CINTA menjadi BENCI. kucurahkan perasaan ku saat ini dengan meneteskan air mata yang tak berarti, menangisi seseorang yang telah melukai hati ini. Air mata yang terbuang secara sia-sia dan aku berharharap air mata yang ku teteskan saat ini adalah air mata untuk mengakhiri penderitaan yang telah ku derita. DAN air mata yang terakhir untuk DIA.. ku takan minta untuk kembai.


"CURHATAN HATI YANG TERSAKITI"




Lentera abadi menjadi temanku malam ini
Tapi setapak bui kezaliman
Telah menanti ku masuki
Dalam remang akalku, Aku melihat
Manusia bukan lagi kupu-kupu
Yangg terbang mengibaskan sayap pelangi

Manusia
Telah ber metamorfosa menjadi kutu
Bersayap kupu-kupu
Tapi apa peduli Nya
Jika hanya bersayap kupu tapi berhati kutu
Jika hanya menginjak-injak hak yang lemah
Bukankah meluruskan yang lengah

Jika hanya menyibakkan kenafsian
Di balik topeng ketidakberdayaan
Dan sekarang aku pun meliihat
Sorot mentari tak lagi di hiraukan

Aku pun sibuk
Pada lampion-lampion ciptaan Nya
Seakan lupa pada dia (aLLah)
Yang menciptakan bulan dan mentari

Disini di tempat ini
Aku menanti digerbang kebinasaan
Bersandarkan pada seorang IBU yang tergopoh
Keping hati yang lebur
Dan meratapi nasib anak nya ini

Yang hancur akan
Cinta
Perasaan hati
Yang telah ternodai oleh seorang kekasih

Benar
Kata seseorang IBU
Lelaki hanya bisa menyakiti perasaan wanita
Tak berdaya
Berlumut kepolosan hati
Terbasuhi ketulusan dari
Menyayangi seseorang

createad by andi EWA_Drumer

Rabu, 16 Desember 2009

Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa, bukan masa transisi yang selama ini digaungkan. Karena mereka dicap tengah mengalami kegamangan, akibatnya, sebagian remaja yang sewaktu kanak-kanak telah dididik dengan baik oleh orangtuanya merasa perlu mencari identitas baru, identitas yang berbeda dari yang mereka miliki sebelumnya. Apa akibatnya ? Ada remaja kita yang terjebak dalam arus coba-coba. beberapa remaja putri mencoba berbagai dandanan, make up dan aksesoris yang menyeret mereka pada perilaku konsumtif dan kecenderungan tabarruj, sementara yang putra mulai membolos sekolah dan merokok. Beberapa mencandu narkoba dan bergaul terlalu bebas.
Dalam Islam, masa remaja berarti mulainya masa akil baligh. Keadaan fisik, kognitif (pemikiran) dan psikososial (emosi dan kepribadian) remaja berbeda dengan keadaan pada tahap perkembangan lain. Karena sudah baligh, mereka menanggung kewajiban beribadah wajib. Kewajiban menunaikan ibadah wajib ini ditunjang oleh perubahan raga yang makin menguat dan membesar, sekresi hormon baru, dan perubahan taraf berfikir mereka. Namun kematangan organ internal tubuh mereka tidak serta merta membuat mereka lebih matang perasaan dan pemikirannya.
Secara fisik, remaja mampu melaksanakan puasa dan shalat, maupun perjalanan haji, walaupun umumnya mereka belum memiliki kemandirian untuk membayar sendiri zakatnya. Secara kognitif, remaja mampu memaknai makna yang mendalam dari dua kalimat syahadat. Remaja makin mampu menangkap dan memahami konsep-konsep abstrak yang sebelumnya hanya mereka pahami sebagai pengetahuan satu arah. Mereka mampu memaknai ayat dan hadits-hadits yang mereka pelajari sewaktu kecil, dan mampu menangkap fenomena alam sebagai bukti dari keberadaan 4JJ1.
Proses ini bila tidak ditunjang dengan tuntunan dan bimbingan yang tepat, dapat membuat pencarian mereka atas nilai dan tujuan hidup mereka tidak terpenuhi, atau didapat dari sumber lain yang telah terkorosi oleh hawa nafsu manusia dan disesatkan oleh syaithan. Na’udzubillahi min dzalik.
Bagaimana pementor dapat membantu remaja yang dibinanya ?
Pertama, mereka harus diingatkan pada fitrah keislamannya. Tingkatkan keimanan mereka, Buat mereka nyaman berIslam, bersentuhan langsung dengan nilai-nilai kebenaran yang terkandung dalam Islam dan buat mereka patuh akan kewajiban sebagai seorang muslim dengan cara-cara yang baik.
Kedua, bantu remaja untuk mengerti perubahan-perubahan yang dialaminya. Hormon-hormon baru yang mereka miliki menghasilkan dorongan-dorongan fisik yang harus mereka kelola. Mentor dapat membantu mereka untuk menumbuhkan kendali diri (self control) yang Islami. Ajarkan bahwa wudhu dapat menurunkan kemarahan dan meredam emosi, shalat bisa mencegah mereka dari perbuatan keji, dan puasa dapat mematangkan emosi dan menumbuhkan kemandirian mereka. Tumbuhkan Izzah (kebanggaan) mereka sebagai muslim. Dorong mereka untuk menjaga kesehatan, mengapai prestasi, sehingga mereka mampu menjadi qudwah di lingkungannya.
Ketiga, dekatkan mereka pada Al Qur’an. Buat mereka suka berinteraksi dengan Al Qur’an dan terbiasa. Kedekatan remaja dengan Al Qur’an akan menjaga mereka dari pengaruh buruk.
Keempat, tumbuhkan Muraqabah mereka pada 4JJ1. Ingatkan mereka untuk takut pada 4JJ1 dan pengawasannya yang tak pernah henti, tanamkan rasa malu dan ajarkan tentang akhlak tehadap diri sendiri. Mentor dapat lebih membantu dengan memberikan contoh-contoh perilaku yang terpuji yang bisa mereka ikuti
Membahas tentang remaja tidak ada habis -habisnya. Membina remaja tidak ada henti-hentinya. Kita mengharapkan 4JJ1 dapat melapangkan dada-dada mereka untuk mau menerima hidayah yang datang melalui lisan kita, memudahkan usaha kita, mengeratkan hati kita dan mereka, dan semoga, walaupun mungkin lama, 4JJ1 menggabungkan kita dan mereka dalam barisan pengemban risalahNya. Amiin Yaa Rabbal ‘alamin.